Jumat, 11 Januari 2019

Pentingnya Komunikasi dalam Kegiatan Public Relations

Pentingnya Komunikasi dalam Kegiatan Public Relations
Gina Yulisman | 20170502182 | 31 Desember 2018


Pendahuluan

      Komunikasi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani pasti selalu terjadi kegiatan komunikasi. Karena pada umumnya manusia adalah makluk sosial. Makhluk sosial yaitu makhluk yang berhubungan timbal balik dengan manusia lainnya. Dengan ini maka akan terjadi interaksi atau kegiatan komunikasi antara satu dengan lainnya.

      Sadar ataupun tidak dalam kehidupan sehari-hari sejak bangun tidur hingga berangkat tidur lagi, kita melakukan kegiatan komunikasi. Kita meyadari tak ada kegiatan yang dilakukan sebagai akhluk sosial tanpa komunikasi. Dengan demikian , sudah jelas sekali bahwa kagiatan "komunikasi' itu sangat penting dalam kehidupan kita terutama dalam kehidupan Public Relations. Mengapa Public Relations ? Bagi PR dalam melaksanakan fungsi dan kegiatannya. Ini berarti bahwa tidak ada aktivitas tanpa ada komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, verbal maupun non verbal dengan bentuk apapun itu.

       Pada saat berkomunikasi, pihak yang menyampaikan pesan atau komunikator berusaha menyampaikan pesan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh penerima pesan atau komunikan dan kemudian akan memberikan umpan balik atas pesan yang disampaikan tersebut. Kelihatannya sangat sederhana tetapi kenyataannya tidaklah sederhana seperti yang dipikirkan. Apabila komunikator kurang mahir dalam menyampaikan pesan, maka komunikan akan gagal menangkap pesan yang disampaikan oleh komunikator yang akan berdampak miss communication dan miss understanding. Bahkan apabila komunikator menyampaikan pesan tidak memperhatikan kesatuan dalam berbahasa maka bisa terjadi reaksi atau tanggapan negatif dari komunikan karena komunikator tidak menggunakan etika dalam berkomunikasi.

 Pembahasan

       Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi!
Seperti itu yang tertulis dalam buku Filsafat Ilmu Komunikasi : Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi Karya Vardiansyah, Dani ; Febriani, Erna. (2017)

Mengapa demikian?
Bagaimanakah pendapat kalian?
Pada umumnya proses komunikasi meliputi peristiwa penyampaian pesan antar manusia. Selama ada pesan yang disampaikan, itu adalah komunikasi tetapi tidak semua peristiwa penyampaian pesan adalah objek kajian ilmu komunikasi. Pada hakikatnya ilmu komunikasi hanya mempelajari penyampaian pesan yang terjadi antarmanusia; manusia yang dimaksud adalah yang sehat akal budinya.

Lalu, Apakah yang dimaksud komunikasi itu sendiri?
Komunikasi, sebagai kata yang abstrak, sulit didefinisikan. Para pakar telah membuat banyak upaya untuk mendefinisikan komunikasi. Secara etimologis, “komunikasi” berasal dari kata Latin communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar kata communis adalah communico yang artinya berbagi. Dalam hal ini, yang dibagi adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan.
Dengan demikian komunikasi merupakan usaha penyampaian pesan antar manusia. Menurut buku Pengantar Ilmu Komunikasi yang ditulis oleh Bapak Dani Vardiansyah , M.Si setiap pesan pasti memiliki motif  karenanya setiap pesan pasti disampaikan dengan sengaja. Dampak dari pesan tersebut yaitu dapat mengubah sikap seseorang sehingga motif komunikasi yang disampaikan komunikoator terhadap komunikan dapat stersampaikan. Komunikasi juga dapat mengubah opini yang selama ini terbentuk terlebih opini yang negatif. Opini negatif bisa menjadi positif setelah berlangsung komunikasi yang intens antara komunikator dan komunikan.

Komunikasi dalam realisasinya dapat terpapar dalam kegiatan public relations. Public relations sangat membutuhkan komunikasi untuk merealisasikan kegiatannya. Hubungan timbal balik antara organisasi dengan publiknya merupakan prinsip yang harus dijalankan. Sebelumnya Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksessan atau kegagalan organisasi tersebut. Definisi PR menempatkan PR sebagai sebuah fungsi manajemen yang berarti bahwa manajemen di semua organisasi harus memerhatikan PR. Definisi ini juga menguntungkan antara organisasi dengan publik sebagai basis moral dan etis dari profesi PR.

Pada dasarnya kegiatan public relations dilakukan untuk menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi dengan membina hubungan yang harmonis dengan publiknya baik publik internal maupun publik eksternal. Oleh karena itu, organisasi selalu mengedepankan komunikasi dua arah dalam memenuhi ekspetasi publik sehingga arus komunikasi menjadi selaras di antara organisasi dan publiknya. Publik akan memperoleh informasi yang berimbang dengan model komunikasi dua arah tersebut. Iklim keterbukaan yang dibangun oleh organisasi akan menembus rintangan psikologis dan kekakuan dalam berkomunikasi di antara organisasi dan publiknya.

Organisasi dalam menjalankan operasionalnya pasti membutuhkan komunikasi. Keberlanjutan organisasi salah satunya ditentukan bagaimana organisasi mampu berkomunikasi dengan publiknya. Public relations diharapkan menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya publik sehingga kesan positif akan terepresentasi dengan baik dari publiknya. Di tengah arus informasi yang begitu pesat dan mengglobal saat ini menjadikan organisasi harus gencar berkomunikasi misalnya dengan meluruskan berita ‘miring’ tentang organisasinya atau pun gencar mempublikasikan organisasinya di tengah persaingan yang tidak terbendung lagi. Hal tersebut akan memberi dampak organisasi semakin dikenal publik dan menambah kepercayaan publik terhadap suatu organisasi.

Komunikasi tidak bisa dilepaskan dari kegiatan Public Relations karena Public Relations membutuhkan komunikasi untuk menunjang kegiatannya. Seperti praktisi PR  harus pandai membingkai pesan yang bernilai berita, berdasarkan standar apa pun. Semua ini dilakukan agar pesan atau komunikasi dapat dipahami – tidak rumit, bebas dari jargon dan mudah ditangkap oleh publik. Isi pesan harus disusun sedemikian rupa sehingga informasinya menjawab pertanyaan publik, merespon kepentingan dan perhatian publik, dan memberdayakan publik untuk bertindak berdasarkan kepentingan dan perhatian mereka. Kualitas ini harus mendapat perhatian.  Semakin jelaslah bahwa bagi seorang PR, perlu mempunyai kmampuan dalam berkomunikasi.

Kemampuan komunikasi ini harus diusahakan dan ditingkatkan secara terus-menerus, karena apabila komunikasi itu dilaksanakan secara efektif dan produktif artinya ia juga akan membentuk pribadinya menjadi semakin matang dan dewasa. Apabila kita tidak memiliki kemampuan atau kita tidak berpotensi untuk berkomunikasi, akan muncul atau terjadi kemaceta dalam komunikasi. Jika PR memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan profesional maka akan memberikan banyak manfaat bagi komunikasi internal maupun eksternal dan pada akhirnya akan memberi dampak positif bagi kelompok publiknya maupun masyarakat pada umumnya yang sebenarnya merupakan kelanjutan hidup organisasi.

Ciri khas dari public relations adalah komunikasi dua arah. Public relations sangat peduli terhadap feed back yang disampaikan publik. Citra positif suatu organisasi tidak lepas dari bagaimana organisasi tersebut mampu berkomunikasi dengan baik kepada publiknya termasuk memberi respon yang baik kepada publik. Dalam kegiatannya, public relations diharapkan dapat menjalin hubungan yang serasi dengan publiknya baik publik internal maupun eksternal. Komunikasi tatap muka dapat memberikan dampak yang cukup signifikan tentang kesan publik terhadap suatu organisasi seperti  akan terciptanya perbaikan, perubahan dan perkembangaan sebagai efeknya. Cara yang paling bernilai dan bermanfaat adalah adanya sikap terbuka untuk menerima umpan balik melalui pemantauan pihak-pihak yang terkait.

Publik pun tidak sebatas melakukan perubahan sikap atau melakukan sesuatu yang sesuai dengan ekspetasi organisasi, tetapi publik mendapatkan kepuasan atas apa yang disampaikan organisasi. Apabila ekspetasi publik dapat terpenuhi, maka publik akan meneruskan sinyal postif tersebut kepada pihak lain. Dengan adanya komunikasi berantai yang positif tersebut, maka akan terbangun opini publik yang menguntungkan organisasi.

Komunikasi akan berjalan dengan lancar dan menambah kepercayaan publik bila personal organisasi memiliki kredibilitas yang tinggi. Personal organisasi harus mampu meyakinkan publiknya tentang informasi yang disampaikan. Kredibilitas terpancar dari kemampuan berbicara dengan wawasan yang dimiliki juga didukung dengan komunikasi non verbal yang mampu meyakinkan publik. Komunikasi juga harus berlangsung dengan baik dan lancar sehingga signifikan dengan kepuasan komunikator. Pesan yang disampaikan tidak membingungkan komunikan dan komunikan sendiri mendapat manfaat dari proses komunikasi yang terjadi.

Komunikasi yang dilakukan harus tetap dijalankan secara berkesinambungan sehingga publik tetap mengakui keberadaan suatu organisasi. Organisasi tetap harus mempublikasikan organisasinya agar perhatian publik tidak beralih ke organisasi lain.Satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu saat ini masyarakat semakin kritis. Dengan adanya keterbukaan komunikasi yang semakin luas, maka publik akan mengakses informasi dari berbagai penjuru sehingga publik saat ini merupakan publik yang memiliki banyak wawasan. Oleh karena itu, organisasi harus siap dengan pesan yang kritis dari publiknya dengan menciptakan PR yang memiliki kredibilitas yang tinggi.

Kesimpulan

Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksessan atau kegagalan organisasi tersebut. Untuk menunjang kegiatannya, public relations membutuhkan komunikasi agar mampu berinteraksi dengan publiknya dengan komunikasi dua arah. Selain itu, praktisi PR juga harus pandai membingkai pesan yang bernilai berita, berdasarkan standar apa pun. Semua ini dilakukan agar pesan atau komunikasi dapat dipahami – tidak rumit, bebas dari jargon dan mudah ditangkap oleh publik. Isi pesan harus disusun sedemikian rupa sehingga informasinya menjawab pertanyaan publik, merespon kepentingan dan perhatian public, dan memberdayakan public untuk bertindak berdasarkan kepentingan dan perhatian mereka. Kualitas ini harus mendapat perhatian.  Public relations juga selalu membuka pintu feed back bagi publiknya sehingga publik bebas mengekspresikan apa yang diinginkan dan apa yang menjadi keluhannya. Respon publik akan ditindaklanjuti sehingga publik akan merasa puas atas apa yang dilakukan organisasi terhadap publiknya. Public Relations juga senantiasa melakukan evaluasi sehingga pendapat publik dapat terkontrol dengan baik.



Daftar Pustaka

Vardiansyah, Dani ; Febriani, Erna. (2017). Filsafat Ilmu Komunikasi : Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi. Penerbit Indeks

Cultip, Scott M; Allen H ; Broom, Glen M. (2009-terjemahan Edisi 9). Effective Public Relation. Penerbit Kencana Prenada Media Group

Vardiansyah, Dani. (2014). Pengantar Ilmu Komunikasi. Penerbit Ghalia Indonesia

Rumanti, Maria Assumpta (2002). Dasar-Dasar Public Relations. Penerbit PT. Grasindo, Anggota Ikapi Jakarta