Jumat, 20 Desember 2019

Blog Sebagai Alat Bantu HUMAS

Bagamana sih Humas di Pemerintahan?

Hubungan masyarakat pemerintah atau humas pemerintah adalah lembaga humas atau praktisi humas pemerintah yang melakukan fungsi manajemen dalam bidang informasi dan komunikasi yang persuasif, efektif, dan efisien untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan publiknya melalui berbagai sarana kehumasan dalam rangka menciptakan citra dan reputasi yang positif instansi pemerintah. Dalam sebuah organisasi pemerintahan (daerah), humas sering diposisikan sebagai corong atau suara dari pimpinan Pemerintah Daerah dalam hubungannya dengan publik, sehingga menjadi posisi yang terhormat, tinggi, strategis, dan sekali melekat kemampuan dan tanggung jawab. Hubungan masyarakat pemerintahan pusat dapat dijelaskan bahwa humas pada departemen-departemen mempunyai dua tugas: pertama, menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan, perencanaan, dan hasil yang telah dicapai dan yang kedua menerangkan dan mendidik publik mengenai perundang-undangan, peraturan-peraturan, dan hal-hal yang bersangkutan dengan kehidupan rakyat sehari-hari.Humas pemerintahan daerah pada hakikatnya sama saja dengan humas pemerintahan pusat dalam hal pengorganisasian, namun bedanya hanya pada ruang lingkup kerja saja. Di dunia pemerintahan, humas bertugas menjalankan kegiatan kebijakan publik dan pelayanan publik. Salah satu kegiatan humas pemerintah dalam bidang kebijakan publik adalah membrikan berbagai informasi tentang kebijakan pemerintahan yang mengikat rakyat atau masyarakat. Unsur perencanaan humas di dunia pemerintahan, antara lain: situasi, tujuan, publik, strategi, taktik, jadwal kegiatan, anggaran, dan evaluasi. Pertama, situasi yang sering dilihat untuk melakukan program humas pemerintah, yakni : organisasi harus melakukan remedial untuk mengatasi masalah atau situasi yang secara kurang baik, organisasi berkehendak memperkuat upaya yang sudah berjalan untuk mempertahankan reputasi dan dukungan publik. Kedua, tujuan. Sebagai langkah selanjutnya adalah menetapkaan tujuan program yang dinilai sesuai kenyataan, dapat dipahami dan dapat diukur. Ketiga adalah publik yang jelas dan spesifik batasannya.Dengan kata lain publik dari humas dalam pemerintahan adalah publik jelas usia, penghasilan, strata sosial, pendidikan dan lain-lain. Keempat, sebuah strategi yang dapat menggambarkan bagaimana sebuah konsep tujuan yang ingin dicapai, memberikan panduan dan tema-tema untuk semua program. Kelima, taktik yaitu melibatkan penggunaaan instrumen atau alat komunikasi untuk mencapai khalayak utama dan sekunder dengan pesan-pesan kunci. Keenam, jadwal kegiatan yang menyangkut tiga aspek waktu dalam perencanaan program yaitu keputusan kapan kampanye dilakukan, penentuan kepastian rangkaian kegiatan serta penyusunan langkah-langkah yang harus dilengkapi. Ketujuh, anggaran atau biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan program. Kedelapan, evaluasi yaitu elemen perencanaan yang berkaitan langsung terhadap tujuan yang telah ditetapkan untuk sebuah program.Kriteria evaluasi harus realistis, dapat dipercaya, spesifik dan sejalan dengan harapan atasan. Humas pemerintah di Indonesia memiliki kode etik yang harus ditegakkan mengacu kepada Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 371/Kep/M.Kominfo/8/2007 tentang Kode Etik Humas Pemerintahan. sumber: Onong Uchjana Effendy (2006). Hubungan Masyarakat. Bandung: Remaja Rosdakarya. Elvinaro Ardianto (2011). Handbook of Public Relations. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Sr Maria Assumpta (2005). Dasar Dasar Public Relation. Jakarta: Grasindo.

Minggu, 20 Oktober 2019

Ruang Lingkup Humas Bag.3



Ruang Lingkup Humas – External Public Relations
Ruang lingkup humas ini mencakup tugas seorang humas dalam menjaga hubungan baik dengan pihak luar. Hal ini untuk menciptakan nama baik yang sangat penting untukperusahaan atau instansi. Bentuk-bentuk hubungannya yaitu sebagai berikut:

1.Press relations

Kegiatannya meliputipress release, press conference, press interview, press room, press reception,dan adanyapress tour.

2.Government relations

Ruang lingkup humas ini adalah menjaga hubungan baik dengan pemerintah diperlukan karena akan banyak sekali kepentingan-kepentingan yang di dalamnya terdapat peran pemerintah. Salah satu caranya dengan mensponsori kegiatan-kegiatan pemerintahan.

3.Community relations

Menjaga hubungan baik dengan warga setempat agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Salah satu caranya dengan memberikan beasiswa. Inilah ruang lingkup humas yang berhubungan dengancommunity relations.

4.Customer relations

Menjaga hubungan baik dengan para pelanggan karena mereka adalah aset terbesar yang menguntungkan perusahan. Caranya dengan memberikan kalender,merchandise, dan sebagainya.

5.Consumer relations

Menjaga hubungan baik dengan para konsumen agar apayang kita pasarkan dapat diterima baik oleh konsumen. Caranya dengan memberikan info yan lengkap mengenai produk atau jasa yang ditawarkan.

Ruang Lingkup Humas Bag.2


RUANG LINGKUP HUMAS (INTERNAL)

Humas dalam pelaksanaannya memiliki ruang lingkup yang wajib diketahui oleh para praktisi humas saat ini. Ruang lingkup humas diperlukan agar dalam menjalankan kewajibannya sebagai humas, seorang humas menyadari kedudukannya serta apa saja yang menjadi wewenangnya. Karena tidak semua hal menjadi wewenang humas. Tapi, ada pihak lain juga yang terlibat. Jangan sampai ada pihak yang merasa terlangkahi oleh langkah seorang humas dalam menjalani ruang lingkup humas.

Untuk itu seorang PR baik sebagai akademis maupun praktisi hendaknya memahami ruang lingkup humas. Ruang lingkup humas meliputi hubungan publik internal (internal public relations) dan hubungan publik eksternal (external public relations).

Ruang Lingkup Humas – Internal Public

Relations Ruang lingkup humas internal adalah orang-orang yang merupakan bagian dari suatu instansi atau perusahaan tertentu. Dalam hal ini, seorang humas menjadi PR untuk orang-orang dalam instansi atau perusahaan tersebut, tentunya sesuai dengan jabatan atau kedudukannya masing-masing. Hal ini disesuaikan dengan sifat, jenis, atau karakteristik dari organisasi itu sendiri. Seperti meliputi :

1. Employee Relations (Hubungan dengan para pekerja)
2. Stockholder Relations (Hubungan dengan para pemegang saham)
3. Labour Relations (Hubungan dengan para buruh)
4. Manager Relations (Hubungan dengan para manajer)
5. Human Relations (Hubungan sesama manusia)




Ruang Lingkup Humas Bag.1

PENGERTIAN HUMAS

Hubungan masyarakat (HUMAS) adalah usaha untuk membangun dan mempertahankan reputasi, citra dan komunikasi yang baik dan bermanfaat antara organisasi dan masyarakat. Kesuksesan atau kegagalan dari sebuah organisasi dapat dipengaruhi oleh kegiatan humas atau Public Relations (PR). Keberadaan humas sangat dibutuhkan dan penting untuk membangun dan menjaga adanya saling pengertian antar organisasi dengan stakeholder dan masyarakat umum, dengan tujuan menyangkut tiga hal yaitu reputasi, citra dan komunikasi mutual benefit relationship.

Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, dimana masyarakat atau publik sudah semakin kritis terhadap pemberitaan, maka peran humas sangat penting sebagai layanan publik untuk memberikan informasi yang jelas dan sesuai fakta yang ada di perusahaan, pemerintahan maupun organisasi lainnya, dengan cara yang baik dan benar agar dapat diterima publik. Untuk berkomunikasi dengan publik. Humas juga mendekatkan diri melalui media, baik melalui iklan, media sosial ataupun dengan menyediakan informasi mengenai perkembangan organisasi terkini.

Humas berfungsi untuk mengetahui dan mengevaluasi opini-opini publik yang berkaitan dengan organisasi, serta memanfaatkan komunikasi sebagai media untuk memberikan informasi yang sesuai dengan fakta, disampaikan dengan cara-cara yang baik dan benar untuk mengarahkan opini publik ke arah yang diharapkan. Tidak hanya itu, Humas perlu juga menyediakan layanan informasi berupa Contact Center yang diperuntukkan bagi stakeholder ataupun masyarakat umum yang ingin menyampaikan keluhan dan pertanyaannya di bidang layanan organisasi.

Selain itu, HUMAS bisa berfungsi sebagai marketing yang harus “jualan” apa yang dipunyai organisasi. Fungsi marketing sangat kental di humas sebagai komunikasi massa. Produk-produk yang dimiliki disampaikan ke masyarakat, melalui strategi komunikasi tujuannya supaya masyarakat tahu ada produk yang dikerjakan sehingga masyarakat tahu kinerja organisasi tersebut. Jadi upaya-upaya yang dilakukan humas ada dua, yaitu menjaring opini publik dan marketing.

Jumat, 11 Januari 2019

Pentingnya Komunikasi dalam Kegiatan Public Relations

Pentingnya Komunikasi dalam Kegiatan Public Relations
Gina Yulisman | 20170502182 | 31 Desember 2018


Pendahuluan

      Komunikasi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani pasti selalu terjadi kegiatan komunikasi. Karena pada umumnya manusia adalah makluk sosial. Makhluk sosial yaitu makhluk yang berhubungan timbal balik dengan manusia lainnya. Dengan ini maka akan terjadi interaksi atau kegiatan komunikasi antara satu dengan lainnya.

      Sadar ataupun tidak dalam kehidupan sehari-hari sejak bangun tidur hingga berangkat tidur lagi, kita melakukan kegiatan komunikasi. Kita meyadari tak ada kegiatan yang dilakukan sebagai akhluk sosial tanpa komunikasi. Dengan demikian , sudah jelas sekali bahwa kagiatan "komunikasi' itu sangat penting dalam kehidupan kita terutama dalam kehidupan Public Relations. Mengapa Public Relations ? Bagi PR dalam melaksanakan fungsi dan kegiatannya. Ini berarti bahwa tidak ada aktivitas tanpa ada komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, verbal maupun non verbal dengan bentuk apapun itu.

       Pada saat berkomunikasi, pihak yang menyampaikan pesan atau komunikator berusaha menyampaikan pesan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami oleh penerima pesan atau komunikan dan kemudian akan memberikan umpan balik atas pesan yang disampaikan tersebut. Kelihatannya sangat sederhana tetapi kenyataannya tidaklah sederhana seperti yang dipikirkan. Apabila komunikator kurang mahir dalam menyampaikan pesan, maka komunikan akan gagal menangkap pesan yang disampaikan oleh komunikator yang akan berdampak miss communication dan miss understanding. Bahkan apabila komunikator menyampaikan pesan tidak memperhatikan kesatuan dalam berbahasa maka bisa terjadi reaksi atau tanggapan negatif dari komunikan karena komunikator tidak menggunakan etika dalam berkomunikasi.

 Pembahasan

       Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi!
Seperti itu yang tertulis dalam buku Filsafat Ilmu Komunikasi : Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi Karya Vardiansyah, Dani ; Febriani, Erna. (2017)

Mengapa demikian?
Bagaimanakah pendapat kalian?
Pada umumnya proses komunikasi meliputi peristiwa penyampaian pesan antar manusia. Selama ada pesan yang disampaikan, itu adalah komunikasi tetapi tidak semua peristiwa penyampaian pesan adalah objek kajian ilmu komunikasi. Pada hakikatnya ilmu komunikasi hanya mempelajari penyampaian pesan yang terjadi antarmanusia; manusia yang dimaksud adalah yang sehat akal budinya.

Lalu, Apakah yang dimaksud komunikasi itu sendiri?
Komunikasi, sebagai kata yang abstrak, sulit didefinisikan. Para pakar telah membuat banyak upaya untuk mendefinisikan komunikasi. Secara etimologis, “komunikasi” berasal dari kata Latin communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar kata communis adalah communico yang artinya berbagi. Dalam hal ini, yang dibagi adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan.
Dengan demikian komunikasi merupakan usaha penyampaian pesan antar manusia. Menurut buku Pengantar Ilmu Komunikasi yang ditulis oleh Bapak Dani Vardiansyah , M.Si setiap pesan pasti memiliki motif  karenanya setiap pesan pasti disampaikan dengan sengaja. Dampak dari pesan tersebut yaitu dapat mengubah sikap seseorang sehingga motif komunikasi yang disampaikan komunikoator terhadap komunikan dapat stersampaikan. Komunikasi juga dapat mengubah opini yang selama ini terbentuk terlebih opini yang negatif. Opini negatif bisa menjadi positif setelah berlangsung komunikasi yang intens antara komunikator dan komunikan.

Komunikasi dalam realisasinya dapat terpapar dalam kegiatan public relations. Public relations sangat membutuhkan komunikasi untuk merealisasikan kegiatannya. Hubungan timbal balik antara organisasi dengan publiknya merupakan prinsip yang harus dijalankan. Sebelumnya Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksessan atau kegagalan organisasi tersebut. Definisi PR menempatkan PR sebagai sebuah fungsi manajemen yang berarti bahwa manajemen di semua organisasi harus memerhatikan PR. Definisi ini juga menguntungkan antara organisasi dengan publik sebagai basis moral dan etis dari profesi PR.

Pada dasarnya kegiatan public relations dilakukan untuk menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi dengan membina hubungan yang harmonis dengan publiknya baik publik internal maupun publik eksternal. Oleh karena itu, organisasi selalu mengedepankan komunikasi dua arah dalam memenuhi ekspetasi publik sehingga arus komunikasi menjadi selaras di antara organisasi dan publiknya. Publik akan memperoleh informasi yang berimbang dengan model komunikasi dua arah tersebut. Iklim keterbukaan yang dibangun oleh organisasi akan menembus rintangan psikologis dan kekakuan dalam berkomunikasi di antara organisasi dan publiknya.

Organisasi dalam menjalankan operasionalnya pasti membutuhkan komunikasi. Keberlanjutan organisasi salah satunya ditentukan bagaimana organisasi mampu berkomunikasi dengan publiknya. Public relations diharapkan menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya publik sehingga kesan positif akan terepresentasi dengan baik dari publiknya. Di tengah arus informasi yang begitu pesat dan mengglobal saat ini menjadikan organisasi harus gencar berkomunikasi misalnya dengan meluruskan berita ‘miring’ tentang organisasinya atau pun gencar mempublikasikan organisasinya di tengah persaingan yang tidak terbendung lagi. Hal tersebut akan memberi dampak organisasi semakin dikenal publik dan menambah kepercayaan publik terhadap suatu organisasi.

Komunikasi tidak bisa dilepaskan dari kegiatan Public Relations karena Public Relations membutuhkan komunikasi untuk menunjang kegiatannya. Seperti praktisi PR  harus pandai membingkai pesan yang bernilai berita, berdasarkan standar apa pun. Semua ini dilakukan agar pesan atau komunikasi dapat dipahami – tidak rumit, bebas dari jargon dan mudah ditangkap oleh publik. Isi pesan harus disusun sedemikian rupa sehingga informasinya menjawab pertanyaan publik, merespon kepentingan dan perhatian publik, dan memberdayakan publik untuk bertindak berdasarkan kepentingan dan perhatian mereka. Kualitas ini harus mendapat perhatian.  Semakin jelaslah bahwa bagi seorang PR, perlu mempunyai kmampuan dalam berkomunikasi.

Kemampuan komunikasi ini harus diusahakan dan ditingkatkan secara terus-menerus, karena apabila komunikasi itu dilaksanakan secara efektif dan produktif artinya ia juga akan membentuk pribadinya menjadi semakin matang dan dewasa. Apabila kita tidak memiliki kemampuan atau kita tidak berpotensi untuk berkomunikasi, akan muncul atau terjadi kemaceta dalam komunikasi. Jika PR memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan profesional maka akan memberikan banyak manfaat bagi komunikasi internal maupun eksternal dan pada akhirnya akan memberi dampak positif bagi kelompok publiknya maupun masyarakat pada umumnya yang sebenarnya merupakan kelanjutan hidup organisasi.

Ciri khas dari public relations adalah komunikasi dua arah. Public relations sangat peduli terhadap feed back yang disampaikan publik. Citra positif suatu organisasi tidak lepas dari bagaimana organisasi tersebut mampu berkomunikasi dengan baik kepada publiknya termasuk memberi respon yang baik kepada publik. Dalam kegiatannya, public relations diharapkan dapat menjalin hubungan yang serasi dengan publiknya baik publik internal maupun eksternal. Komunikasi tatap muka dapat memberikan dampak yang cukup signifikan tentang kesan publik terhadap suatu organisasi seperti  akan terciptanya perbaikan, perubahan dan perkembangaan sebagai efeknya. Cara yang paling bernilai dan bermanfaat adalah adanya sikap terbuka untuk menerima umpan balik melalui pemantauan pihak-pihak yang terkait.

Publik pun tidak sebatas melakukan perubahan sikap atau melakukan sesuatu yang sesuai dengan ekspetasi organisasi, tetapi publik mendapatkan kepuasan atas apa yang disampaikan organisasi. Apabila ekspetasi publik dapat terpenuhi, maka publik akan meneruskan sinyal postif tersebut kepada pihak lain. Dengan adanya komunikasi berantai yang positif tersebut, maka akan terbangun opini publik yang menguntungkan organisasi.

Komunikasi akan berjalan dengan lancar dan menambah kepercayaan publik bila personal organisasi memiliki kredibilitas yang tinggi. Personal organisasi harus mampu meyakinkan publiknya tentang informasi yang disampaikan. Kredibilitas terpancar dari kemampuan berbicara dengan wawasan yang dimiliki juga didukung dengan komunikasi non verbal yang mampu meyakinkan publik. Komunikasi juga harus berlangsung dengan baik dan lancar sehingga signifikan dengan kepuasan komunikator. Pesan yang disampaikan tidak membingungkan komunikan dan komunikan sendiri mendapat manfaat dari proses komunikasi yang terjadi.

Komunikasi yang dilakukan harus tetap dijalankan secara berkesinambungan sehingga publik tetap mengakui keberadaan suatu organisasi. Organisasi tetap harus mempublikasikan organisasinya agar perhatian publik tidak beralih ke organisasi lain.Satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu saat ini masyarakat semakin kritis. Dengan adanya keterbukaan komunikasi yang semakin luas, maka publik akan mengakses informasi dari berbagai penjuru sehingga publik saat ini merupakan publik yang memiliki banyak wawasan. Oleh karena itu, organisasi harus siap dengan pesan yang kritis dari publiknya dengan menciptakan PR yang memiliki kredibilitas yang tinggi.

Kesimpulan

Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksessan atau kegagalan organisasi tersebut. Untuk menunjang kegiatannya, public relations membutuhkan komunikasi agar mampu berinteraksi dengan publiknya dengan komunikasi dua arah. Selain itu, praktisi PR juga harus pandai membingkai pesan yang bernilai berita, berdasarkan standar apa pun. Semua ini dilakukan agar pesan atau komunikasi dapat dipahami – tidak rumit, bebas dari jargon dan mudah ditangkap oleh publik. Isi pesan harus disusun sedemikian rupa sehingga informasinya menjawab pertanyaan publik, merespon kepentingan dan perhatian public, dan memberdayakan public untuk bertindak berdasarkan kepentingan dan perhatian mereka. Kualitas ini harus mendapat perhatian.  Public relations juga selalu membuka pintu feed back bagi publiknya sehingga publik bebas mengekspresikan apa yang diinginkan dan apa yang menjadi keluhannya. Respon publik akan ditindaklanjuti sehingga publik akan merasa puas atas apa yang dilakukan organisasi terhadap publiknya. Public Relations juga senantiasa melakukan evaluasi sehingga pendapat publik dapat terkontrol dengan baik.



Daftar Pustaka

Vardiansyah, Dani ; Febriani, Erna. (2017). Filsafat Ilmu Komunikasi : Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi. Penerbit Indeks

Cultip, Scott M; Allen H ; Broom, Glen M. (2009-terjemahan Edisi 9). Effective Public Relation. Penerbit Kencana Prenada Media Group

Vardiansyah, Dani. (2014). Pengantar Ilmu Komunikasi. Penerbit Ghalia Indonesia

Rumanti, Maria Assumpta (2002). Dasar-Dasar Public Relations. Penerbit PT. Grasindo, Anggota Ikapi Jakarta