Public Relations Gina Yulisman
Jumat, 10 Januari 2020
Peran Humas dalam Implementasi Goverment Public Relation
Humas pemerintah merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah. "Selain itu, humas sebagai corong atau sumber informasi, dituntut kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sangat cepat terutama menghadapi perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi," jelas Tulus Subardjono dalam paparan tentang "Peran Pranata Humas dalam Mendukung GPR". Humas pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan pengelolaan informasi di setiap instansinya, serta mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mensukseskan berbagai program pemerintah yang hasilnya dapat dinikmati oleh publik.
Untuk meningkatkan kemampuan, perangkat humas harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi, termasuk di dalamnya media sosial sehingga dapat mengetahui kebutuhan publik. Lebih penting lagi, humas harus menjalin sinergi dan akrab dengan wartawan, agar dapat mengontrol informasi yang disampaikan kepada publik. "Jadi pada prinsipnya, pada era keterbukaan informasi publik, posisi pranata humas harus berperan penting dalam menjaga citra positif lembaga pemerintahan, agar sembilan program pemerintah Jokwi dan JK yang biasa disebut program “Nawa Cita” dapat dilaksanakan dengan penuh semangat kerja. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan," papar Direktur Komunikasi Publik. Menurut Tulus Subardjono, seiring semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi yang beredar di tengah masyarakat sebagai akibat dari tuntutan zaman, humas harus mampu menggunakan perangkat teknologi tersebut, guna mendistribusikan inforrmasi kepada publik secara cepat, tepat dan efektif.
Para praktisi humas mengungkapkan bahwa dunia public relation sedang memasuki masa kebangkitan dengan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi. Keberadaannya membuat para praktisi humas mampu mencapai sasarannya kepada publik secara langsung tanpa intervensi pihak-pihak yang dapat menghambat kegiatan komunikasinya. Dalam pandangan Tulus Subardjono, teknologi informasi dibutuhkan keberadaanya sebagai alat penunjang dan media. Dalam melaksanakan relasi/hubungan yang baik, penggunaan teknologi informasi dapat memberikan ruang bagi praktisi humas dalam merealisasikan tujuan yang ingin dicapai. Contoh dari teknologi informasi yang digunakan dalam praktek public relation adalah komputer dan internet. Para praktisi humas dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan publik yang perlu mereka ketahui dan gunakan dalam relasinya. Selain itu, teknologi komunikasi yang dapat digunakan dalam public relation adalah internet dan telepon. Internet bukan hanya sarana untuk mencari informasi, melainkan sarana yang baik untuk berkomunikasi. Misal, dengan e-mail, media social, website, semua kegiatan komunikasi dan hubungan dapat berjalan dengan lancar. Jadi dengan teknologi komunikasi, kemampuan untuk menyampaikan dan menerima pesan, jauh lebih mudah dan efektif.
Humas pemerintah harus mampu bersinergi/bermitra dengan wartawan media cetak dan elektronik serta netizen yang menggunakan media sosial. "Tak hanya itu lembaga pers juga perlu diajak kerjasama dalam membantu pemerintah untuk menyebarluaskan informasi program pembangunan kepada masyarakat, karena persepsi publik tentang pemerintahan ditentukan oleh informasi dari media," pungkas Tulus Subardjono. (Ddh/Dps)
Jumat, 20 Desember 2019
Bagamana sih Humas di Pemerintahan?
Hubungan masyarakat pemerintah atau humas
pemerintah adalah lembaga humas atau praktisi humas pemerintah yang melakukan
fungsi manajemen dalam bidang informasi dan komunikasi yang persuasif, efektif,
dan efisien untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan publiknya melalui
berbagai sarana kehumasan dalam rangka menciptakan citra dan reputasi yang
positif instansi pemerintah. Dalam sebuah organisasi pemerintahan (daerah),
humas sering diposisikan sebagai corong atau suara dari pimpinan Pemerintah
Daerah dalam hubungannya dengan publik, sehingga menjadi posisi yang terhormat,
tinggi, strategis, dan sekali melekat kemampuan dan tanggung jawab. Hubungan
masyarakat pemerintahan pusat dapat dijelaskan bahwa humas pada departemen-departemen
mempunyai dua tugas: pertama, menyebarkan informasi secara teratur mengenai
kebijaksanaan, perencanaan, dan hasil yang telah dicapai dan yang kedua
menerangkan dan mendidik publik mengenai perundang-undangan,
peraturan-peraturan, dan hal-hal yang bersangkutan dengan kehidupan rakyat
sehari-hari.Humas pemerintahan daerah pada hakikatnya sama saja dengan humas
pemerintahan pusat dalam hal pengorganisasian, namun bedanya hanya pada ruang
lingkup kerja saja. Di dunia pemerintahan, humas bertugas menjalankan kegiatan
kebijakan publik dan pelayanan publik. Salah satu kegiatan humas pemerintah
dalam bidang kebijakan publik adalah membrikan berbagai informasi tentang
kebijakan pemerintahan yang mengikat rakyat atau masyarakat. Unsur perencanaan
humas di dunia pemerintahan, antara lain: situasi, tujuan, publik, strategi,
taktik, jadwal kegiatan, anggaran, dan evaluasi. Pertama, situasi yang sering
dilihat untuk melakukan program humas pemerintah, yakni : organisasi harus
melakukan remedial untuk mengatasi masalah atau situasi yang secara kurang
baik, organisasi berkehendak memperkuat upaya yang sudah berjalan untuk
mempertahankan reputasi dan dukungan publik. Kedua, tujuan. Sebagai langkah
selanjutnya adalah menetapkaan tujuan program yang dinilai sesuai kenyataan,
dapat dipahami dan dapat diukur. Ketiga adalah publik yang jelas dan spesifik
batasannya.Dengan kata lain publik dari humas dalam pemerintahan adalah publik
jelas usia, penghasilan, strata sosial, pendidikan dan lain-lain. Keempat,
sebuah strategi yang dapat menggambarkan bagaimana sebuah konsep tujuan yang
ingin dicapai, memberikan panduan dan tema-tema untuk semua program. Kelima,
taktik yaitu melibatkan penggunaaan instrumen atau alat komunikasi untuk
mencapai khalayak utama dan sekunder dengan pesan-pesan kunci. Keenam, jadwal
kegiatan yang menyangkut tiga aspek waktu dalam perencanaan program yaitu
keputusan kapan kampanye dilakukan, penentuan kepastian rangkaian kegiatan
serta penyusunan langkah-langkah yang harus dilengkapi. Ketujuh, anggaran atau
biaya yang diperlukan dalam pelaksanaan program. Kedelapan, evaluasi yaitu
elemen perencanaan yang berkaitan langsung terhadap tujuan yang telah
ditetapkan untuk sebuah program.Kriteria evaluasi harus realistis, dapat
dipercaya, spesifik dan sejalan dengan harapan atasan. Humas pemerintah di
Indonesia memiliki kode etik yang harus ditegakkan mengacu kepada Keputusan
Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 371/Kep/M.Kominfo/8/2007 tentang Kode
Etik Humas Pemerintahan. sumber: Onong Uchjana Effendy (2006). Hubungan
Masyarakat. Bandung: Remaja Rosdakarya. Elvinaro Ardianto (2011). Handbook of
Public Relations. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Sr Maria Assumpta (2005).
Dasar Dasar Public Relation. Jakarta: Grasindo.
Minggu, 20 Oktober 2019
Ruang Lingkup Humas Bag.3
Ruang Lingkup Humas – External Public Relations
Ruang lingkup humas ini mencakup tugas seorang humas dalam menjaga hubungan baik dengan pihak luar. Hal ini untuk menciptakan nama baik yang sangat penting untukperusahaan atau instansi. Bentuk-bentuk hubungannya yaitu sebagai berikut:
1.Press relations
Kegiatannya meliputipress release, press conference, press interview, press room, press reception,dan adanyapress tour.
2.Government relations
Ruang lingkup humas ini adalah menjaga hubungan baik dengan pemerintah diperlukan karena akan banyak sekali kepentingan-kepentingan yang di dalamnya terdapat peran pemerintah. Salah satu caranya dengan mensponsori kegiatan-kegiatan pemerintahan.
3.Community relations
Menjaga hubungan baik dengan warga setempat agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Salah satu caranya dengan memberikan beasiswa. Inilah ruang lingkup humas yang berhubungan dengancommunity relations.
4.Customer relations
Menjaga hubungan baik dengan para pelanggan karena mereka adalah aset terbesar yang menguntungkan perusahan. Caranya dengan memberikan kalender,merchandise, dan sebagainya.
5.Consumer relations
Menjaga hubungan baik dengan para konsumen agar apayang kita pasarkan dapat diterima baik oleh konsumen. Caranya dengan memberikan info yan lengkap mengenai produk atau jasa yang ditawarkan.
Ruang Lingkup Humas Bag.2
RUANG LINGKUP HUMAS (INTERNAL)
Humas dalam pelaksanaannya memiliki ruang lingkup yang wajib diketahui oleh para praktisi humas saat ini. Ruang lingkup humas diperlukan agar dalam menjalankan kewajibannya sebagai humas, seorang humas menyadari kedudukannya serta apa saja yang menjadi wewenangnya. Karena tidak semua hal menjadi wewenang humas. Tapi, ada pihak lain juga yang terlibat. Jangan sampai ada pihak yang merasa terlangkahi oleh langkah seorang humas dalam menjalani ruang lingkup humas.
Untuk itu seorang PR baik sebagai akademis maupun praktisi hendaknya memahami ruang lingkup humas. Ruang lingkup humas meliputi hubungan publik internal (internal public relations) dan hubungan publik eksternal (external public relations).
Ruang Lingkup Humas – Internal Public
Relations Ruang lingkup humas internal adalah orang-orang yang merupakan bagian dari suatu instansi atau perusahaan tertentu. Dalam hal ini, seorang humas menjadi PR untuk orang-orang dalam instansi atau perusahaan tersebut, tentunya sesuai dengan jabatan atau kedudukannya masing-masing. Hal ini disesuaikan dengan sifat, jenis, atau karakteristik dari organisasi itu sendiri. Seperti meliputi :
1. Employee Relations (Hubungan dengan para pekerja)
2. Stockholder Relations (Hubungan dengan para pemegang saham)
3. Labour Relations (Hubungan dengan para buruh)
4. Manager Relations (Hubungan dengan para manajer)
5. Human Relations (Hubungan sesama manusia)
Ruang Lingkup Humas Bag.1
PENGERTIAN HUMAS
Hubungan masyarakat (HUMAS) adalah usaha untuk membangun dan mempertahankan reputasi, citra dan komunikasi yang baik dan bermanfaat antara organisasi dan masyarakat. Kesuksesan atau kegagalan dari sebuah organisasi dapat dipengaruhi oleh kegiatan humas atau Public Relations (PR). Keberadaan humas sangat dibutuhkan dan penting untuk membangun dan menjaga adanya saling pengertian antar organisasi dengan stakeholder dan masyarakat umum, dengan tujuan menyangkut tiga hal yaitu reputasi, citra dan komunikasi mutual benefit relationship.
Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, dimana masyarakat atau publik sudah semakin kritis terhadap pemberitaan, maka peran humas sangat penting sebagai layanan publik untuk memberikan informasi yang jelas dan sesuai fakta yang ada di perusahaan, pemerintahan maupun organisasi lainnya, dengan cara yang baik dan benar agar dapat diterima publik. Untuk berkomunikasi dengan publik. Humas juga mendekatkan diri melalui media, baik melalui iklan, media sosial ataupun dengan menyediakan informasi mengenai perkembangan organisasi terkini.
Humas berfungsi untuk mengetahui dan mengevaluasi opini-opini publik yang berkaitan dengan organisasi, serta memanfaatkan komunikasi sebagai media untuk memberikan informasi yang sesuai dengan fakta, disampaikan dengan cara-cara yang baik dan benar untuk mengarahkan opini publik ke arah yang diharapkan. Tidak hanya itu, Humas perlu juga menyediakan layanan informasi berupa Contact Center yang diperuntukkan bagi stakeholder ataupun masyarakat umum yang ingin menyampaikan keluhan dan pertanyaannya di bidang layanan organisasi.
Selain itu, HUMAS bisa berfungsi sebagai marketing yang harus “jualan” apa yang dipunyai organisasi. Fungsi marketing sangat kental di humas sebagai komunikasi massa. Produk-produk yang dimiliki disampaikan ke masyarakat, melalui strategi komunikasi tujuannya supaya masyarakat tahu ada produk yang dikerjakan sehingga masyarakat tahu kinerja organisasi tersebut. Jadi upaya-upaya yang dilakukan humas ada dua, yaitu menjaring opini publik dan marketing.
Hubungan masyarakat (HUMAS) adalah usaha untuk membangun dan mempertahankan reputasi, citra dan komunikasi yang baik dan bermanfaat antara organisasi dan masyarakat. Kesuksesan atau kegagalan dari sebuah organisasi dapat dipengaruhi oleh kegiatan humas atau Public Relations (PR). Keberadaan humas sangat dibutuhkan dan penting untuk membangun dan menjaga adanya saling pengertian antar organisasi dengan stakeholder dan masyarakat umum, dengan tujuan menyangkut tiga hal yaitu reputasi, citra dan komunikasi mutual benefit relationship.
Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, dimana masyarakat atau publik sudah semakin kritis terhadap pemberitaan, maka peran humas sangat penting sebagai layanan publik untuk memberikan informasi yang jelas dan sesuai fakta yang ada di perusahaan, pemerintahan maupun organisasi lainnya, dengan cara yang baik dan benar agar dapat diterima publik. Untuk berkomunikasi dengan publik. Humas juga mendekatkan diri melalui media, baik melalui iklan, media sosial ataupun dengan menyediakan informasi mengenai perkembangan organisasi terkini.
Humas berfungsi untuk mengetahui dan mengevaluasi opini-opini publik yang berkaitan dengan organisasi, serta memanfaatkan komunikasi sebagai media untuk memberikan informasi yang sesuai dengan fakta, disampaikan dengan cara-cara yang baik dan benar untuk mengarahkan opini publik ke arah yang diharapkan. Tidak hanya itu, Humas perlu juga menyediakan layanan informasi berupa Contact Center yang diperuntukkan bagi stakeholder ataupun masyarakat umum yang ingin menyampaikan keluhan dan pertanyaannya di bidang layanan organisasi.
Selain itu, HUMAS bisa berfungsi sebagai marketing yang harus “jualan” apa yang dipunyai organisasi. Fungsi marketing sangat kental di humas sebagai komunikasi massa. Produk-produk yang dimiliki disampaikan ke masyarakat, melalui strategi komunikasi tujuannya supaya masyarakat tahu ada produk yang dikerjakan sehingga masyarakat tahu kinerja organisasi tersebut. Jadi upaya-upaya yang dilakukan humas ada dua, yaitu menjaring opini publik dan marketing.
Jumat, 11 Januari 2019
Pentingnya Komunikasi dalam Kegiatan Public Relations
Pentingnya
Komunikasi dalam Kegiatan Public Relations
Gina Yulisman | 20170502182 | 31 Desember 2018
Pendahuluan
Komunikasi
memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari
yang kita jalani pasti selalu terjadi kegiatan komunikasi. Karena pada umumnya
manusia adalah makluk sosial. Makhluk sosial yaitu makhluk yang berhubungan
timbal balik dengan manusia lainnya. Dengan ini maka akan terjadi interaksi
atau kegiatan komunikasi antara satu dengan lainnya.
Sadar ataupun
tidak dalam kehidupan sehari-hari sejak bangun tidur hingga berangkat tidur
lagi, kita melakukan kegiatan komunikasi. Kita meyadari tak ada kegiatan yang
dilakukan sebagai akhluk sosial tanpa komunikasi. Dengan demikian , sudah jelas
sekali bahwa kagiatan "komunikasi' itu sangat penting dalam kehidupan kita
terutama dalam kehidupan Public Relations. Mengapa Public Relations ? Bagi PR
dalam melaksanakan fungsi dan kegiatannya. Ini berarti bahwa tidak ada
aktivitas tanpa ada komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, verbal
maupun non verbal dengan bentuk apapun itu.
Pada
saat berkomunikasi, pihak yang menyampaikan pesan atau komunikator berusaha
menyampaikan pesan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat
dipahami oleh penerima pesan atau komunikan dan kemudian akan memberikan umpan
balik atas pesan yang disampaikan tersebut. Kelihatannya sangat sederhana
tetapi kenyataannya tidaklah sederhana seperti yang dipikirkan. Apabila
komunikator kurang mahir dalam menyampaikan pesan, maka komunikan akan gagal
menangkap pesan yang disampaikan oleh komunikator yang akan berdampak miss
communication dan miss understanding. Bahkan apabila
komunikator menyampaikan pesan tidak memperhatikan kesatuan dalam berbahasa
maka bisa terjadi reaksi atau tanggapan negatif dari komunikan karena
komunikator tidak menggunakan etika dalam berkomunikasi.
Pembahasan
Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi!
Seperti itu yang tertulis dalam buku Filsafat Ilmu
Komunikasi : Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi Karya Vardiansyah, Dani
; Febriani, Erna. (2017)
Mengapa demikian?
Bagaimanakah
pendapat kalian?
Pada umumnya proses komunikasi
meliputi peristiwa penyampaian pesan antar manusia. Selama ada pesan yang
disampaikan, itu adalah komunikasi tetapi tidak semua peristiwa penyampaian
pesan adalah objek kajian ilmu komunikasi. Pada hakikatnya ilmu komunikasi
hanya mempelajari penyampaian pesan yang terjadi antarmanusia; manusia yang
dimaksud adalah yang sehat akal budinya.
Lalu, Apakah yang dimaksud
komunikasi itu sendiri?
Komunikasi, sebagai kata yang
abstrak, sulit didefinisikan. Para pakar telah membuat banyak upaya untuk
mendefinisikan komunikasi. Secara etimologis, “komunikasi” berasal dari kata
Latin communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat
kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar kata
communis adalah communico yang artinya berbagi. Dalam hal ini, yang dibagi
adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan.
Dengan demikian komunikasi
merupakan usaha penyampaian pesan antar manusia. Menurut buku Pengantar Ilmu
Komunikasi yang ditulis oleh Bapak Dani Vardiansyah , M.Si setiap pesan pasti
memiliki motif karenanya setiap pesan pasti disampaikan dengan sengaja.
Dampak dari pesan tersebut yaitu dapat mengubah sikap seseorang sehingga motif
komunikasi yang disampaikan komunikoator terhadap komunikan dapat
stersampaikan. Komunikasi juga dapat mengubah opini yang selama ini terbentuk
terlebih opini yang negatif. Opini negatif bisa menjadi positif setelah
berlangsung komunikasi yang intens antara komunikator dan komunikan.
Komunikasi dalam realisasinya dapat
terpapar dalam kegiatan public relations. Public relations sangat membutuhkan
komunikasi untuk merealisasikan kegiatannya. Hubungan timbal balik antara
organisasi dengan publiknya merupakan prinsip yang harus dijalankan. Sebelumnya
Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan
hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang
memengaruhi kesuksessan atau kegagalan organisasi tersebut. Definisi PR
menempatkan PR sebagai sebuah fungsi manajemen yang berarti bahwa manajemen di
semua organisasi harus memerhatikan PR. Definisi ini juga menguntungkan antara
organisasi dengan publik sebagai basis moral dan etis dari profesi PR.
Pada dasarnya kegiatan public
relations dilakukan untuk menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
organisasi dengan membina hubungan yang harmonis dengan publiknya baik publik
internal maupun publik eksternal. Oleh karena itu, organisasi selalu
mengedepankan komunikasi dua arah dalam memenuhi ekspetasi publik sehingga arus
komunikasi menjadi selaras di antara organisasi dan publiknya. Publik akan
memperoleh informasi yang berimbang dengan model komunikasi dua arah tersebut.
Iklim keterbukaan yang dibangun oleh organisasi akan menembus rintangan
psikologis dan kekakuan dalam berkomunikasi di antara organisasi dan publiknya.
Organisasi dalam menjalankan
operasionalnya pasti membutuhkan komunikasi. Keberlanjutan organisasi salah
satunya ditentukan bagaimana organisasi mampu berkomunikasi dengan publiknya.
Public relations diharapkan menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya
publik sehingga kesan positif akan terepresentasi dengan baik dari publiknya.
Di tengah arus informasi yang begitu pesat dan mengglobal saat ini menjadikan
organisasi harus gencar berkomunikasi misalnya dengan meluruskan berita
‘miring’ tentang organisasinya atau pun gencar mempublikasikan organisasinya di
tengah persaingan yang tidak terbendung lagi. Hal tersebut akan memberi dampak
organisasi semakin dikenal publik dan menambah kepercayaan publik terhadap
suatu organisasi.
Komunikasi tidak bisa dilepaskan
dari kegiatan Public Relations karena Public Relations membutuhkan komunikasi
untuk menunjang kegiatannya. Seperti praktisi PR harus pandai membingkai pesan yang bernilai
berita, berdasarkan standar apa pun. Semua ini dilakukan agar pesan atau
komunikasi dapat dipahami – tidak rumit, bebas dari jargon dan mudah ditangkap
oleh publik. Isi pesan harus disusun sedemikian rupa sehingga informasinya
menjawab pertanyaan publik, merespon kepentingan dan perhatian publik, dan
memberdayakan publik untuk bertindak berdasarkan kepentingan dan perhatian
mereka. Kualitas ini harus mendapat perhatian. Semakin jelaslah bahwa bagi seorang PR, perlu
mempunyai kmampuan dalam berkomunikasi.
Kemampuan komunikasi ini harus diusahakan dan ditingkatkan
secara terus-menerus, karena apabila komunikasi itu dilaksanakan secara efektif
dan produktif artinya ia juga akan membentuk pribadinya menjadi semakin matang
dan dewasa. Apabila kita tidak memiliki kemampuan atau kita tidak berpotensi
untuk berkomunikasi, akan muncul atau terjadi kemaceta dalam komunikasi. Jika
PR memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan profesional maka
akan memberikan banyak manfaat bagi komunikasi internal maupun eksternal dan
pada akhirnya akan memberi dampak positif bagi kelompok publiknya maupun
masyarakat pada umumnya yang sebenarnya merupakan kelanjutan hidup organisasi.
Ciri khas dari public relations
adalah komunikasi dua arah. Public relations sangat peduli terhadap feed back
yang disampaikan publik. Citra positif suatu organisasi tidak lepas dari
bagaimana organisasi tersebut mampu berkomunikasi dengan baik kepada publiknya
termasuk memberi respon yang baik kepada publik. Dalam kegiatannya, public
relations diharapkan dapat menjalin hubungan yang serasi dengan publiknya baik
publik internal maupun eksternal. Komunikasi tatap muka dapat memberikan dampak
yang cukup signifikan tentang kesan publik terhadap suatu organisasi seperti
akan terciptanya perbaikan, perubahan dan perkembangaan sebagai efeknya.
Cara yang paling bernilai dan bermanfaat adalah adanya sikap terbuka untuk
menerima umpan balik melalui pemantauan pihak-pihak yang terkait.
Publik pun tidak sebatas melakukan
perubahan sikap atau melakukan sesuatu yang sesuai dengan ekspetasi organisasi,
tetapi publik mendapatkan kepuasan atas apa yang disampaikan organisasi.
Apabila ekspetasi publik dapat terpenuhi, maka publik akan meneruskan sinyal
postif tersebut kepada pihak lain. Dengan adanya komunikasi berantai yang
positif tersebut, maka akan terbangun opini publik yang menguntungkan
organisasi.
Komunikasi akan berjalan dengan
lancar dan menambah kepercayaan publik bila personal organisasi memiliki
kredibilitas yang tinggi. Personal organisasi harus mampu meyakinkan publiknya
tentang informasi yang disampaikan. Kredibilitas terpancar dari kemampuan
berbicara dengan wawasan yang dimiliki juga didukung dengan komunikasi non
verbal yang mampu meyakinkan publik. Komunikasi juga harus berlangsung dengan
baik dan lancar sehingga signifikan dengan kepuasan komunikator. Pesan yang
disampaikan tidak membingungkan komunikan dan komunikan sendiri mendapat
manfaat dari proses komunikasi yang terjadi.
Komunikasi yang dilakukan harus
tetap dijalankan secara berkesinambungan sehingga publik tetap mengakui keberadaan
suatu organisasi. Organisasi tetap harus mempublikasikan organisasinya agar
perhatian publik tidak beralih ke organisasi lain.Satu hal yang tidak boleh
dilupakan yaitu saat ini masyarakat semakin kritis. Dengan adanya keterbukaan
komunikasi yang semakin luas, maka publik akan mengakses informasi dari
berbagai penjuru sehingga publik saat ini merupakan publik yang memiliki banyak
wawasan. Oleh karena itu, organisasi harus siap dengan pesan yang kritis dari
publiknya dengan menciptakan PR yang memiliki kredibilitas yang tinggi.
Kesimpulan
Public Relations adalah fungsi
manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat
antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksessan atau kegagalan
organisasi tersebut. Untuk menunjang kegiatannya, public relations membutuhkan
komunikasi agar mampu berinteraksi dengan publiknya dengan komunikasi dua arah.
Selain itu, praktisi PR juga harus pandai membingkai pesan yang bernilai berita,
berdasarkan standar apa pun. Semua ini dilakukan agar pesan atau komunikasi
dapat dipahami – tidak rumit, bebas dari jargon dan mudah ditangkap oleh publik.
Isi pesan harus disusun sedemikian rupa sehingga informasinya menjawab
pertanyaan publik, merespon kepentingan dan perhatian public, dan memberdayakan
public untuk bertindak berdasarkan kepentingan dan perhatian mereka. Kualitas
ini harus mendapat perhatian. Public
relations juga selalu membuka pintu feed back bagi publiknya sehingga publik
bebas mengekspresikan apa yang diinginkan dan apa yang menjadi keluhannya.
Respon publik akan ditindaklanjuti sehingga publik akan merasa puas atas apa
yang dilakukan organisasi terhadap publiknya. Public Relations juga senantiasa
melakukan evaluasi sehingga pendapat publik dapat terkontrol dengan baik.
Daftar Pustaka
Vardiansyah, Dani ; Febriani, Erna.
(2017). Filsafat Ilmu Komunikasi : Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi.
Penerbit Indeks
Cultip, Scott M; Allen H ; Broom,
Glen M. (2009-terjemahan Edisi 9). Effective Public Relation. Penerbit Kencana
Prenada Media Group
Vardiansyah, Dani. (2014).
Pengantar Ilmu Komunikasi. Penerbit Ghalia Indonesia
Rumanti, Maria Assumpta (2002).
Dasar-Dasar Public Relations. Penerbit PT. Grasindo, Anggota Ikapi Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)





