Pentingnya
Komunikasi dalam Kegiatan Public Relations
Gina Yulisman | 20170502182 | 31 Desember 2018
Pendahuluan
Komunikasi
memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari
yang kita jalani pasti selalu terjadi kegiatan komunikasi. Karena pada umumnya
manusia adalah makluk sosial. Makhluk sosial yaitu makhluk yang berhubungan
timbal balik dengan manusia lainnya. Dengan ini maka akan terjadi interaksi
atau kegiatan komunikasi antara satu dengan lainnya.
Sadar ataupun
tidak dalam kehidupan sehari-hari sejak bangun tidur hingga berangkat tidur
lagi, kita melakukan kegiatan komunikasi. Kita meyadari tak ada kegiatan yang
dilakukan sebagai akhluk sosial tanpa komunikasi. Dengan demikian , sudah jelas
sekali bahwa kagiatan "komunikasi' itu sangat penting dalam kehidupan kita
terutama dalam kehidupan Public Relations. Mengapa Public Relations ? Bagi PR
dalam melaksanakan fungsi dan kegiatannya. Ini berarti bahwa tidak ada
aktivitas tanpa ada komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, verbal
maupun non verbal dengan bentuk apapun itu.
Pada
saat berkomunikasi, pihak yang menyampaikan pesan atau komunikator berusaha
menyampaikan pesan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat
dipahami oleh penerima pesan atau komunikan dan kemudian akan memberikan umpan
balik atas pesan yang disampaikan tersebut. Kelihatannya sangat sederhana
tetapi kenyataannya tidaklah sederhana seperti yang dipikirkan. Apabila
komunikator kurang mahir dalam menyampaikan pesan, maka komunikan akan gagal
menangkap pesan yang disampaikan oleh komunikator yang akan berdampak miss
communication dan miss understanding. Bahkan apabila
komunikator menyampaikan pesan tidak memperhatikan kesatuan dalam berbahasa
maka bisa terjadi reaksi atau tanggapan negatif dari komunikan karena
komunikator tidak menggunakan etika dalam berkomunikasi.
Pembahasan
Manusia tidak bisa tidak berkomunikasi!
Seperti itu yang tertulis dalam buku Filsafat Ilmu
Komunikasi : Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi Karya Vardiansyah, Dani
; Febriani, Erna. (2017)
Mengapa demikian?
Bagaimanakah
pendapat kalian?
Pada umumnya proses komunikasi
meliputi peristiwa penyampaian pesan antar manusia. Selama ada pesan yang
disampaikan, itu adalah komunikasi tetapi tidak semua peristiwa penyampaian
pesan adalah objek kajian ilmu komunikasi. Pada hakikatnya ilmu komunikasi
hanya mempelajari penyampaian pesan yang terjadi antarmanusia; manusia yang
dimaksud adalah yang sehat akal budinya.
Lalu, Apakah yang dimaksud
komunikasi itu sendiri?
Komunikasi, sebagai kata yang
abstrak, sulit didefinisikan. Para pakar telah membuat banyak upaya untuk
mendefinisikan komunikasi. Secara etimologis, “komunikasi” berasal dari kata
Latin communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat
kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar kata
communis adalah communico yang artinya berbagi. Dalam hal ini, yang dibagi
adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan.
Dengan demikian komunikasi
merupakan usaha penyampaian pesan antar manusia. Menurut buku Pengantar Ilmu
Komunikasi yang ditulis oleh Bapak Dani Vardiansyah , M.Si setiap pesan pasti
memiliki motif karenanya setiap pesan pasti disampaikan dengan sengaja.
Dampak dari pesan tersebut yaitu dapat mengubah sikap seseorang sehingga motif
komunikasi yang disampaikan komunikoator terhadap komunikan dapat
stersampaikan. Komunikasi juga dapat mengubah opini yang selama ini terbentuk
terlebih opini yang negatif. Opini negatif bisa menjadi positif setelah
berlangsung komunikasi yang intens antara komunikator dan komunikan.
Komunikasi dalam realisasinya dapat
terpapar dalam kegiatan public relations. Public relations sangat membutuhkan
komunikasi untuk merealisasikan kegiatannya. Hubungan timbal balik antara
organisasi dengan publiknya merupakan prinsip yang harus dijalankan. Sebelumnya
Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan
hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang
memengaruhi kesuksessan atau kegagalan organisasi tersebut. Definisi PR
menempatkan PR sebagai sebuah fungsi manajemen yang berarti bahwa manajemen di
semua organisasi harus memerhatikan PR. Definisi ini juga menguntungkan antara
organisasi dengan publik sebagai basis moral dan etis dari profesi PR.
Pada dasarnya kegiatan public
relations dilakukan untuk menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
organisasi dengan membina hubungan yang harmonis dengan publiknya baik publik
internal maupun publik eksternal. Oleh karena itu, organisasi selalu
mengedepankan komunikasi dua arah dalam memenuhi ekspetasi publik sehingga arus
komunikasi menjadi selaras di antara organisasi dan publiknya. Publik akan
memperoleh informasi yang berimbang dengan model komunikasi dua arah tersebut.
Iklim keterbukaan yang dibangun oleh organisasi akan menembus rintangan
psikologis dan kekakuan dalam berkomunikasi di antara organisasi dan publiknya.
Organisasi dalam menjalankan
operasionalnya pasti membutuhkan komunikasi. Keberlanjutan organisasi salah
satunya ditentukan bagaimana organisasi mampu berkomunikasi dengan publiknya.
Public relations diharapkan menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya
publik sehingga kesan positif akan terepresentasi dengan baik dari publiknya.
Di tengah arus informasi yang begitu pesat dan mengglobal saat ini menjadikan
organisasi harus gencar berkomunikasi misalnya dengan meluruskan berita
‘miring’ tentang organisasinya atau pun gencar mempublikasikan organisasinya di
tengah persaingan yang tidak terbendung lagi. Hal tersebut akan memberi dampak
organisasi semakin dikenal publik dan menambah kepercayaan publik terhadap
suatu organisasi.
Komunikasi tidak bisa dilepaskan
dari kegiatan Public Relations karena Public Relations membutuhkan komunikasi
untuk menunjang kegiatannya. Seperti praktisi PR harus pandai membingkai pesan yang bernilai
berita, berdasarkan standar apa pun. Semua ini dilakukan agar pesan atau
komunikasi dapat dipahami – tidak rumit, bebas dari jargon dan mudah ditangkap
oleh publik. Isi pesan harus disusun sedemikian rupa sehingga informasinya
menjawab pertanyaan publik, merespon kepentingan dan perhatian publik, dan
memberdayakan publik untuk bertindak berdasarkan kepentingan dan perhatian
mereka. Kualitas ini harus mendapat perhatian. Semakin jelaslah bahwa bagi seorang PR, perlu
mempunyai kmampuan dalam berkomunikasi.
Kemampuan komunikasi ini harus diusahakan dan ditingkatkan
secara terus-menerus, karena apabila komunikasi itu dilaksanakan secara efektif
dan produktif artinya ia juga akan membentuk pribadinya menjadi semakin matang
dan dewasa. Apabila kita tidak memiliki kemampuan atau kita tidak berpotensi
untuk berkomunikasi, akan muncul atau terjadi kemaceta dalam komunikasi. Jika
PR memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan profesional maka
akan memberikan banyak manfaat bagi komunikasi internal maupun eksternal dan
pada akhirnya akan memberi dampak positif bagi kelompok publiknya maupun
masyarakat pada umumnya yang sebenarnya merupakan kelanjutan hidup organisasi.
Ciri khas dari public relations
adalah komunikasi dua arah. Public relations sangat peduli terhadap feed back
yang disampaikan publik. Citra positif suatu organisasi tidak lepas dari
bagaimana organisasi tersebut mampu berkomunikasi dengan baik kepada publiknya
termasuk memberi respon yang baik kepada publik. Dalam kegiatannya, public
relations diharapkan dapat menjalin hubungan yang serasi dengan publiknya baik
publik internal maupun eksternal. Komunikasi tatap muka dapat memberikan dampak
yang cukup signifikan tentang kesan publik terhadap suatu organisasi seperti
akan terciptanya perbaikan, perubahan dan perkembangaan sebagai efeknya.
Cara yang paling bernilai dan bermanfaat adalah adanya sikap terbuka untuk
menerima umpan balik melalui pemantauan pihak-pihak yang terkait.
Publik pun tidak sebatas melakukan
perubahan sikap atau melakukan sesuatu yang sesuai dengan ekspetasi organisasi,
tetapi publik mendapatkan kepuasan atas apa yang disampaikan organisasi.
Apabila ekspetasi publik dapat terpenuhi, maka publik akan meneruskan sinyal
postif tersebut kepada pihak lain. Dengan adanya komunikasi berantai yang
positif tersebut, maka akan terbangun opini publik yang menguntungkan
organisasi.
Komunikasi akan berjalan dengan
lancar dan menambah kepercayaan publik bila personal organisasi memiliki
kredibilitas yang tinggi. Personal organisasi harus mampu meyakinkan publiknya
tentang informasi yang disampaikan. Kredibilitas terpancar dari kemampuan
berbicara dengan wawasan yang dimiliki juga didukung dengan komunikasi non
verbal yang mampu meyakinkan publik. Komunikasi juga harus berlangsung dengan
baik dan lancar sehingga signifikan dengan kepuasan komunikator. Pesan yang
disampaikan tidak membingungkan komunikan dan komunikan sendiri mendapat
manfaat dari proses komunikasi yang terjadi.
Komunikasi yang dilakukan harus
tetap dijalankan secara berkesinambungan sehingga publik tetap mengakui keberadaan
suatu organisasi. Organisasi tetap harus mempublikasikan organisasinya agar
perhatian publik tidak beralih ke organisasi lain.Satu hal yang tidak boleh
dilupakan yaitu saat ini masyarakat semakin kritis. Dengan adanya keterbukaan
komunikasi yang semakin luas, maka publik akan mengakses informasi dari
berbagai penjuru sehingga publik saat ini merupakan publik yang memiliki banyak
wawasan. Oleh karena itu, organisasi harus siap dengan pesan yang kritis dari
publiknya dengan menciptakan PR yang memiliki kredibilitas yang tinggi.
Kesimpulan
Public Relations adalah fungsi
manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat
antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksessan atau kegagalan
organisasi tersebut. Untuk menunjang kegiatannya, public relations membutuhkan
komunikasi agar mampu berinteraksi dengan publiknya dengan komunikasi dua arah.
Selain itu, praktisi PR juga harus pandai membingkai pesan yang bernilai berita,
berdasarkan standar apa pun. Semua ini dilakukan agar pesan atau komunikasi
dapat dipahami – tidak rumit, bebas dari jargon dan mudah ditangkap oleh publik.
Isi pesan harus disusun sedemikian rupa sehingga informasinya menjawab
pertanyaan publik, merespon kepentingan dan perhatian public, dan memberdayakan
public untuk bertindak berdasarkan kepentingan dan perhatian mereka. Kualitas
ini harus mendapat perhatian. Public
relations juga selalu membuka pintu feed back bagi publiknya sehingga publik
bebas mengekspresikan apa yang diinginkan dan apa yang menjadi keluhannya.
Respon publik akan ditindaklanjuti sehingga publik akan merasa puas atas apa
yang dilakukan organisasi terhadap publiknya. Public Relations juga senantiasa
melakukan evaluasi sehingga pendapat publik dapat terkontrol dengan baik.
Daftar Pustaka
Vardiansyah, Dani ; Febriani, Erna.
(2017). Filsafat Ilmu Komunikasi : Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi.
Penerbit Indeks
Cultip, Scott M; Allen H ; Broom,
Glen M. (2009-terjemahan Edisi 9). Effective Public Relation. Penerbit Kencana
Prenada Media Group
Vardiansyah, Dani. (2014).
Pengantar Ilmu Komunikasi. Penerbit Ghalia Indonesia
Rumanti, Maria Assumpta (2002).
Dasar-Dasar Public Relations. Penerbit PT. Grasindo, Anggota Ikapi Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar